Pada tahun 2026, Songko Recca tetap menjadi salah satu warisan budaya yang dijaga dan digunakan oleh masyarakat Desa Mallari. Penggunaannya dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan adat dan budaya, salah satunya pada acara Mappanre Temme. Mappanre Temme merupakan salah satu tradisi masyarakat Bugis yang berkaitan dengan khatam Al-Qur’an. Tradisi ini biasanya menjadi bentuk penghargaan dan rasa syukur atas keberhasilan seseorang, khususnya anak-anak atau generasi muda, dalam menyelesaikan bacaan Al-Qur’an. Mappanre Temme tidak hanya menjadi acara keagamaan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan keluarga dan masyarakat dalam memberikan doa, dukungan, serta apresiasi kepada generasi yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an.Dalam pelaksanaan Mappanre Temme di Desa Mallari, Songko Recca digunakan sebagai bagian dari busana tradisional, sehingga tradisi keagamaan tersebut sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya lokal. Penggunaan Songko Recca menunjukkan bahwa nilai agama dan budaya dapat berjalan berdampingan serta menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Selain Mappanre Temme, Songko Recca juga digunakan dalam acara peringatan Hari Jadi Bone ke-696. Penggunaannya menjadi simbol kebanggaan terhadap identitas budaya dan sejarah Bone. Kehadiran Songko Recca dalam kegiatan tersebut memperlihatkan komitmen masyarakat Desa Mallari untuk terus memperkenalkan dan mempertahankan warisan budaya leluhur. Pelestarian Songko Recca tidak hanya dilakukan melalui penggunaannya, tetapi juga melalui keterampilan warga Desa Mallari dalam membuat Songko Recca secara tradisional. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian, kesabaran, disiplin, dan kerja keras. Keterampilan tersebut merupakan pengetahuan lokal yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar keberadaan Songko Recca tetap terjaga.
Semangat melestarikan Songko Recca juga sejalan dengan nilai-nilai antikorupsi, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, kemandirian, dan kepedulian. Dengan menjaga budaya secara bertanggung jawab dan menghargai hasil karya masyarakat, Desa Mallari tidak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga membangun masyarakat yang berbudaya dan berintegritas.
Songko Recca menjadi bukti bahwa budaya, nilai keagamaan, dan karakter antikorupsi dapat berjalan bersama dalam kehidupan masyarakat Desa Mallari.