Songko Recca merupakan warisan budaya khas Desa Mallari yang menjadi bagian dari identitas budaya Bugis. Sebagai karya kerajinan masyarakat, Songko Recca mencerminkan nilai kehormatan, kesederhanaan, kreativitas, kerja keras, dan kearifan lokal yang harus terus dilestarikan.
Proses pembuatan Songko Recca membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan yang tinggi. Para pengrajin harus menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk menganyam dengan penuh konsentrasi, dan proses tersebut dapat dilanjutkan pada hari berikutnya hingga menghasilkan sebuah karya yang sempurna.
Saat ini, Songko Recca tidak hanya digunakan dalam kegiatan adat, tetapi juga dalam berbagai acara resmi, seperti Napak Tilas Raja Bone Arung Palakka di Goa Cempalagi, Peringatan Hari Jadi Bone, pernikahan adat, dan festival budaya seperti mappaddekko. Songko recca yang dipadukan dengan jas tutup dan lipa sabbe menjadi simbol kehormatan dan kebanggaan masyarakat Desa Mallari.
Nilai yang terkandung dalam Songko Recca selaras dengan nilai antikorupsi, seperti kerja keras, tanggung jawab, disiplin, kreativitas, kemandirian, dan integritas. Setiap proses pembuatannya mengajarkan bahwa hasil yang bernilai lahir dari usaha yang jujur dan penuh dedikasi.